Tebing Keraton Bandung – 12 Daya Tarik & Aktivitas Seru Buat Liburan

Tebing Keraton Bandung – 12 Daya Tarik & Aktivitas Seru Buat Liburan
Harga Tiket: Rp 15.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat.

Untuk melepas penat dari sibuknya aktivitas sehari hari, wisata alam menjadi salah satu destinasi paling populer dituju. Dengan mengunjungi alam yang masih asri dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, seolah mampu mengisi ulang tenaga dan menjernihkan pikiran. Jika anda mencari tempat seperti itu, Kota Bandung yang terkenal dengan udara sejuk punya banyak wisata alam yang bisa dituju.

Salah satunya yaitu Tebing Keraton yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Bandung. Tempat ini dikenal pula sebagai wisata negeri di atas awan karena letaknya yang berada di ketinggian. Dari ketinggian tersebut, tersaji keindahan alam yang begitu rupawan yang siap membuat anda terkagum kagum.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Jam Operasional Tebing Keratong Bandung
Photo by Google Google PBK channel 

Bagi anda yang ingin berkunjung, Tebing Keraton dibuka untuk umum setiap harinya mulai pukul 05.00 sampai 18.00 WIB. Sehingga anda bisa datang untuk melihat matahari terbit ataupun menyaksikan sunset secara langsung di sana. Namun pengunjung tetap dipersilahkan mendirikan tenda bagi yang berkenan, setelah meminta izin pada pihak pengelola.

Tiket masuknya sendiri mulanya tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Tetapi setelah pengelolaannya berganti pihak, kini anda perlu membayar sejumlah uang untuk memasuki area wisata. Tidak mahal, cukup Rp. 15.000 saja per orangnya dan ditambah biaya parkir kurang lebih Rp. 5.000. Adanya biaya tiket masuk ini seiring dengan diperbaikinya berbagai fasilitas yang ada di tempat.

Daya Tarik Utama Tebing Keraton

Daya Tarik Tebing Keraton
Photo by Google Maps Dini Annaiya 

1. Sejarah Tebing

Pada mulanya, kawasan wisata ini memiliki nama Pasir Jontor. Karena dalam bahasa Sunda, pasir artinya adalah bukit sementara jontor berarti bibir yang memble atau monyong ke depan. Hal tersebut lantaran bentuk tebing ini memang monyong ke depan, persis layaknya mulut seseorang setelah dipukul.

Itulah mengapa namanya menjadi Pasir Jontor, atau acap kali disebut Cadas Jontor karena tebingnya berupa batu cadas. Lalu kenapa kini dikenal secara meluas sebagai Tebing Keraton ? Nama tersebut diberikan oleh salah seorang warga lokal, yakni kang Asep yang dipercaya sebagai penemu tempat tersebut.

Kang Asep menjelaskan bahwa nama tebing diambil dari betapa mengagumkannya keindahan di kawasan tebing ini. Dimana sebuah tebing mampu menggambarkan keindahan, wibawa dan keluhuran, serta keagungan dalam satu waktu. Semua gambaran tersebut persis seperti refleksi dari keraton kerajaan.

Akhirnya kang Asep pun memutuskan untuk menamainya sebagai Tebing Keraton, atau pelafalan dalam bahasa Sunda sebenarnya Tebing Karaton. Namun terlanjur viral dengan nama Keraton, maka itulah yang menjadi namanya sekarang. Yang mana orang-orang dari komunitas sepedalah yang mengenalkannya pada masyarakat luas.

Orang orang dari komunitas sepeda yang melakukan aktivitas gowes dari Pusat Kota Bandung hingga ke sini, kemudian terpesona dengan keindahan alam yang ada. Dan sejak pertengahan tahun 2014, keindahan dari tebing ini tersebar luas di sosial media hingga menjadi viral. Kemudian nama tebing ini pun menjadi hits sebagai tebing instagramable.

2. Misteri Penamaan

Selain sejarah penamaannya yang disebut diberikan oleh kang Asep. Ada pula desas desus cerita mistis mengenai alasan diubahnya nama Pasir Jontor menjadi Tebing Keraton. Jadi, konon dulu katanya ada orang pintar yang pernah datang ke tebing ini. Ketika berkunjung ke tebing, orang pintar tersebut melihat ada bangunan keraton yang berdiri dengan mewah di kawasan tersebut.

Dijelaskan bahwa bangunan megah yang ada di sana sudah dibangun sejak lama dan merupakan keraton atau kerajaan jin, begitu penuturan si orang pintar yang pernah datang ke sini. Waktu pun terus berjalan, dan suatu ketika ada orang yang lewat kawasan tebing kemudian kemasukan jin.

Melalui orang tersebut, jin yang memiliki keraton di atas tebing ini meminta sembahan sesajen berupa nyawa manusia. Jika tidak ingin memberikan sesajen, maka masyarakat harus mengganti nama tebing ini dari Pasir Jontor menjadi Keraton. Tentunya masyarakat lebih memilih mengganti nama tebing yang ada di sana, ketimbang harus menumbalkan nyawa seseorang.

Begitulah kemudian nama Pasir Jontor berubah menjadi Tebing Keraton. Cerita mistis itu pula yang membuat destinasi wisata satu ini dianggap angker bagi sebagian orang. Karena banyaknya misteri yang tersembunyi di baliknya. Seperti misteri tapak kaki raksasa di Desa Cilame, yang dipercaya memiliki hubungan erat dengan bentuk batu di tebing.

3. Bagian dari Tragedi Meletusnya Gunung Sunda Purba

Jika berjalan jalan di Bandung, anda bisa menemukan banyak sekali bentuk destinasi wisata yang menurut para ahli sejarah dulunya merupakan bagian dari Gunung Sunda Purba. Termasuk dengan tebing ini, yang mana batu batu besar kawasan tebing dipercaya adalah outcrop dari aliran lava basalt Gunung Sunda Purba. Namun terpatahkan oleh sesar Lembang, yang terus bergerak hingga saat ini.

4. Melihat Keindahan Hutan dari Ketinggian

Terlepas dari berbagai cerita mistis dan asal usul di balik penamaan Tebing Keraton. Destinasi satu ini mempunyai keindahan yang begitu rupawan. Tebing ini satu bukit dengan tebing terjal yang berada pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Dari ketinggian tersebut, anda bisa melihat keindahan alam dari jejeran hutan pinus yang ada di sekitar.

Daya Tarik Tebing Keraton 2
Photo by Google Nurshabah Arif

Selain keindahan jejeran hutan pinus, anda juga bisa sekaligus melihat keindahan Kota Bandung dari kejauhan yang terlihat begitu apik. Terlebih bagian tebing yang seperti sedikit maju ke depan, langsung menghadap ke arah area Taman Hutan Raya Juanda Bandung. Apalagi di sini juga terlihat latar belakang Gunung Tangkuban Perahu dari kejauhan yang seolah melengkapi keindahannya.

5. Panorama Matahari Terbit

Salah satu waktu terbaik untuk mampir ke Tebing Keraton yakni sebelum matahari terbit secara sempurna atau kurang lebih pukul 05.30 pagi. Karena dari puncak tebing ini, anda bisa melihat suasana Kota Bandung yang tampak masih berselimut kabut tebal. Tentunya di atas tebing pun sama, anda bisa melihat kabut di sekeliling yang membuat udara terasa begitu dingin.

Anda bisa melihat panorama matahari terbit dari belakang Gunung Guntur, yang secara perlahan muncul malu malu menampakkan sinarnya. Pemandangan inilah yang membuat tebing tersebut disebut sebagai negeri di atas awan. Ketika suasana sekitar masih diselimuti kabut, dan sang fajar mulai menampakkan sinarnya secara perlahan di langit.

Pesona matahari terbit yang begitu menawan akan semakin mempesona ketika cuaca sedang cerah. Karena anda dapat melihat cahaya dari fajar yang seolah menembus kabut di atas hutan dari Tebing Keraton. Pemandangan super cantik seketika akan menyapa indera penglihatan, yang tentunya tidak akan mudah untuk dilupakan.

6. Pesona Matahari Terbenam

Di tempat yang sama, anda juga bisa melihat indahnya matahari terbenam di ufuk barat. Bahkan tebing ini menjadi salah satu tempat terbaik bagi para pemburu sunset. Jadi bagi anda yang mengaku anak senja, sangat direkomendasikan untuk datang ke sini menjelang malam atau pada sore hari.

Pemandangan yang ditawarkan tentunya tidak kalah rupawan dari sunrise. Dimana tampilan warna orange hingga kemerah merahan yang ada di langit seolah berpadu secara nyata dengan lebatnya hutan nan hijau yang ada di sekitar. Menampilkan pesona eksotis yang membuat suasana terasa begitu romantis. Akan lebih spesial jika anda membawa orang spesial ke sini.

7. Tempat Persinggahan Elang Saat Migrasi

Tahukah anda bahwa ketika di bagian utara sedang terjadi musim dingin, burung elang akan melakukan migrasi untuk mencari makan ke daerah yang jauh lebih hangat seperti Indonesia. Baru pada bulan bulan Maret hingga Mei, elang akan kembali ke asalnya setelah cuaca di sana berubah menjadi musim semi.

Migrasi elang biasanya akan menjadi atraksi wisata yang menarik untuk disaksikan, sebagai penyalur kecintaan terhadap elang. Bagi anda yang tertarik melihat migrasi elang, perlu diketahui jika tebing ini juga menjadi tempat persinggahan bagi kawanan burung ketika melakukan migrasi.

Salah satunya yang acap kali terlihat yaitu burung elang, seperti elang alap China, alap alap Nippon dari Jepang, hingga elang berjenis oriental honey-buzzard dari Siberia. Berbagai jenis burung tersebut singgah di hutan berada di area Tebing Keraton. Umumnya, musim migrasi kawanan burung terjadi pada bulan Agustus atau ketika musim dingin di luar negeri.

Jadi pastikan anda datang ke sini sekitar bulan bulan tersebut jika ingin melihat secara langsung kawanan burung yang melakukan migrasi. Agar semakin menikmati atraksi tersebut, anda bisa naik ke menara pemantau yang ada di sana. Pihak pengelola sendiri sudah menyiapkan binokular di menara pemantau bagi para wisatawan yang ingin melihat lebih jelas.

8. Camping Ground

Tidak hanya tersedia menara pemantau agar para wisatawan bisa melihat lebih jelas kawanan burung yang melakukan migrasi, di sini juga telah tersedia camping ground bagi pengunjung yang ingin bermalam di area. Dengan area yang seluas lapangan bola, anda bisa mendirikan tenda dengan bebas di lokasi.

Tempatnya yang menakjubkan dan dikelilingi oleh hutan pinus, membuat camping ground ini terasa begitu asri dan segar. Terlebih waktu malam, anda akan dibuat menggigil karena dinginnya udara sekitar. Namun itulah yang membuat camping menjadi lebih menarik, jangan lupa siapkan jaket tebal jika ingin bermalam di sana.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik di Tebing Keraton Bandung
Photo by Facebook WisataLengkap.com 

1. Trekking Jalan Kaki

Bagi anda yang ingin menikmati keindahan Tebing Keraton secara keseluruhan, trekking dengan berjalan kaki bisa menjadi salah satu kegiatan menarik yang dapat dilakukan. Terlebih di sana sudah terdapat jalur yang aman untuk dilalui bagi para pengunjung yang ingin trekking.

Sembari menyusuri jalan setapak, anda bisa menikmati keindahan alam di sekitar dan ditemani dengan udara segar nan sejuk yang akan membuat nyaman selama perjalanan. Untuk melakukan trekking, anda bisa mulai dari Warung Bandrek setelah memarkirkan kendaraan. Jarak dari tebing kurang lebih 2 kilometer, dan sepanjang jalannya tersaji panorama hijau yang menyegarkan mata.

2. Bersepeda

Tidak hanya berjalan kaki, anda juga bisa menikmati semua keindahan yang tersaji di kawasan tebing secara keseluruhan dengan bersepeda. Bahkan banyak komunitas sepeda yang sering melakukan perjalanan ke sini, contohnya seperti komunitas sepeda yang membuat viral Tebing Keraton tersebut. Bagi anda yang ingin bersepeda ke kawasan tebing, bisa menggunakan rute dari terminal Dago.

Aktivitas Menarik di Tebing Keraton Bandung 2
Photo by Facebook Bandung Amanah Tours & Transport

3. Berkemah di Tebing Keraton

Untuk anda yang suka melakukan camping, di kawasan ini sudah tersedia camping ground dengan area seluas lapangan bola. Anda bisa mendirikan tenda dengan bebas di sana, dan merasakan liburan yang sangat berkesan. Tidak perlu khawatir jika tidak membawa tenda sendiri, karena pihak pengelola wisata sudah menyediakan tempat penyewaan tenda untuk para pengunjung.

Menariknya lagi, harga sewa tenda tidak mahal. Anda hanya akan dikenakan biaya sekitar Rp. 40.000, namun belum termasuk dengan peralatan tendanya. Apabila ingin menyewa peralatan camping lengkap, anda bisa menyiapkan dana kurang lebih Rp. 140.000 yang sudah termasuk sewa tenda, penerangan, sarapan, dan retribusi.

4. Berburu Foto Instagramable

Melihat semua keindahan yang ada di lokasi, pastinya berburu foto adalah hal pertama yang akan dipikirkan oleh para millenials. Di zaman digital seperti sekarang ini memang kurang afdol rasanya jika mengunjungi objek wisata tanpa mengabadikan foto. Di area tebing sendiri, anda bisa menemukan banyak spot foto instagenic yang akan menghasilkan potret ciamik untuk dibagikan ke media sosial.

Fasilitas yang Tersedia di Objek Wisata

Photo by Google Maps  Aan Puput aprilliani 

Fasilitas yang tersedia di objek wisata Tebing Keraton terbilang cukup lengkap setelah pihak pengelola berganti dan diberlakukannya tarif masuk untuk menikmati lokasi wisata. Beberapa fasilitas yang bisa anda temukan antara lain mushola, gazebo berukuran 3 x 3 meter, dan toilet bersih yang berada tidak jauh dari camping ground.

Selain itu ada pula penyewaan peralatan camping lengkap, sehingga para wisatawan yang ingin bermalam di sini tidak perlu repot repot membawa peralatan sendiri. Anda juga tidak perlu khawatir kelaparan selama berada di lokasi, karena di destinasi sudah tersedia warung yang menjajakan berbagai makanan dan minuman.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Tebing Keraton

Alamat Lokasi Tebing Keraton
Photo by Google Maps Run Sport 

Secara administratif, Tebing Keraton berada di daerah Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung Barat, Jawa Barat. Letaknya ada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, yang membutuhkan waktu kurang lebih 41 menit perjalanan dari pusat Kota Bandung. Untuk menuju lokasi sendiri, sebenarnya jalannya cukup mudah.

Namun petunjuk jalan menuju tebing terbilang masih cukup minim, meskipun objek wisata ini sudah menjadi destinasi yang populer. Jika dari pusat Kota Bandung, lajukan kendaraan anda menuju Dago Pakar. Kemudian lanjutkan ke arah Taman Hutan Raya atau Tahura Djuanda. Dari Tahura, anda akan melewati sebuah gerbang yang nantinya dilanjutkan dengan akses jalan berbatu.

Di sekeliling sana sudah bisa ditemukan banyak rumah penduduk, anda juga bisa berhenti sebentar untuk bertanya apabila kurang mengenal jalan setempat. Jika sudah menemukan warung bandrek Warban, itu berarti perjalanan ke lokasi tebing sudah tidak lama lagi. Bahkan banyak pula wisatawan yang memarkirkan kendaraan di sana, kemudian melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

Atau anda juga bisa menyewa jasa ojek pangkalan di sekitar lokasi jika enggan berjalan kaki sampai ke tebing. Apalagi akses menuju tebingnya terbilang cukup terjal, sehingga anda yang memutuskan berjalan kaki harus menyiapkan tubuh yang prima saat berkunjung. Meski termasuk lumayan ekstrim, namun berjalan kaki menuju tebing adalah salah satu aktivitas favorit para wisatawan.

Setelah membaca ulasan di atas, apakah anda merasa tertarik untuk berkunjung ke Tebing Keraton ? Jangan lupa bawa jaket tebal jika ingin berkunjung kemari, terlebih jika anda memutuskan untuk camping di sana. Mengingat bahwa udara di sini begitu dingin, bahkan tertutup kabut di pagi hari.