6 Oleh-Oleh Khas Halmahera Barat yang Paling Populer

6 Oleh-Oleh Khas Halmahera Barat yang Paling Populer

Halmahera Barat dikenal dengan beragam tempat wisata alamnya seperti gunung, perbukitan hingga deretan pantai yang cantik. Wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara terutama pecinta snorkeling kerap mengunjungi kawasan Halmahera karena disana banyak pantai yang menyajikan pemandangan alam bawah laut yang indah.

Setelah puas berwisata, wisatawan pun menyempatkan untuk menikmati sajian kuliner khas Halmahera Barat serta membeli oleh-oleh dan cinderamata untuk keluarga di rumah. Selain dikenal dengan berbagai tempat wisata alamnya yang menarik, kabupaten ini juga dikenal oleh wisatawan dengan makanannya yang beragam serta aneka kerajinan tangan.

Pulang berwisata dari daerah ini tentu akan sangat disayangkan jika tidak membawa buah tangan khas dari sana. Oleh-oleh khas dari Halmahera Barat yang banyak diincar oleh wisatawan adalah makanan khasnya serta beberapa benda kerajinan tangan yang unik dan juga kreatif, tidak akan ditemukan di kawasan wisata daerah yang lainnya.

1. Bia

Bia
Photo by Instagram Indri Hafsari

Makanan khas kawasan Halmahera Barat yang dinamakan dengan Bia ini menggunakan bahan dasar dari kerang. Jenis kerang yang disebut dengan kerang Bia banyak ditemukan di area sekitaran hutan mangrove atau hutan bakau. Sehingga Bia merupakan salah satu jenis kerang yang khusus.

Jenis kerang tersebut memiliki perbedaan dengan jenis kerang yang lain dimana teksturnya terasa lebih kenyal sehingga menciptakan rasa khas yang lezat. Sebelum diolah, kerang Bia lalu dicuci hingga bersih terlebih dahulu. Setelah itu kerang Bia direbus agar tidak ada lagi bau lumpur yang menempel pada kerang tersebut.

Selesai direbus, kerang ditiriskan kemudian daging kerang dan cangkangnya dipisahkan. Selanjutnya daging kerang diolah dengan ditumis menggunakan bumbu rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, cabe keriting, dan cabe rawit yang merupakan bumbu rempah khas Halmahera Barat lalu disajikan.

Makanan khas Bia ini banyak dicari oleh wisatawan karena cita rasanya yang khas dan tidak akan ditemukan di daerah lainnya. Meskipun merupakan masakan olahan, wisatawan bisa menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Makanan ini banyak ditemukan di rumah makan yang ada di pusat kota kabupaten ini.

2. Sabeta

Sabeta
Photo by Facebook Nanang Husnan

Wisatawan yang ingin mencoba makanan unik khas Halmahera Selatan dan berani menantang diri sendiri untuk memakannya, Sabeta bisa dijadikan sebagai opsi. Makanan ini mungkin membuat sebagian wisatawan merasa geli atau jijik karena Sabeta sendiri merupakan sebutan untuk bahan dasar utamanya berupa ulat sagu.

Ulat sagu yang merupakan bahan dasar utama makanan Sabeta tersebut merupakan salah satu jenis serangga dimana klaimnya mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Bagi wisatawan yang suka mencoba makanan ekstrim, Sabeta termasuk makanan yang wajib untuk dicoba.

Rata-rata ulat sagu yang diolah menjadi makanan khas kawasan Halmahera Selatan ini mempunyai ukuran yang cukup besar seperti ibu jari. Sehingga tidak mengherankan apabila Sabeta cepat membuat perut menjadi kenyang. Sebelum diolah, ulat sagu dicuci hingga bersih lalu dilumuri dengan garam dan perasan air lemon.

Selanjutnya ulat sagu ditusuk pada batangan bambu seperti saat membuat sate ayam. Ulat sagu yang sudah selesai ditusuk kemudian dibakar. Untuk rasanya sendiri begitu nikmat dan gurih. Wisatawan bisa mendapatkan makanan ekstrim berprotein tinggi yang baik dikonsumsi ini di sekitaran Halmahera Barat.

3. Tenun khas Halmahera Barat

Tenun khas Halmahera Barat
Photo by Facebook Nina Sigit

Selain oleh-oleh berupa makanan, daerah ini juga mempunyai jenis oleh-oleh yang khas berupa hasil kerajinan tangan. Salah satunya adalah kain tenun yang merupakan produk budaya asli negara Indonesia selain batik. Tidak berbeda dengan daerah yang lain dimana daerah ini juga mempunyai kain tenun khas.

Tenun khas ini dibuat dari bahan-bahan alami yang mana motifnya menggunakan tema dan pola keragaman dunia bawah laut dari Maluku Utara. Motif tenun khas Halmahera Selatan antara lain ikan, burung laut, cangkang kerang, guratan dari pasir pantai, hingga pola mutiara sehingga motifnya tampak unik.

Proses pembuatan tenunnya dikerjakan dengan cara manual sehingga menjadi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Bahkan industri tenun di Halmahera Barat kini banyak diperjualbelikan sampai ke luar negeri secara daring. Harganya bervariasi, tergantung dari tingkat kualitas bahan dan kesulitan pembuatannya.

4. Tikar Pandan

Tikar Pandan
Photo by Twitter Ruhayah

Selain kain tenun, Halmahera Selatan juga mempunyai oleh-oleh khas berupa tikar pandan. Jenis tikar ini menggunakan bahan 100 persen dari alam. Tikar pandan termasuk alternatif alat yang bisa digunakan sebagai alas serbaguna. Untuk membuatnya, daun pandan dirapikan serta dibersihkan durinya di pinggir daun.

Setelah itu daun pandan dianyam sampai membentuk simpul anyaman sehingga tampak rapi. Dari segi harga, tikar pandan tikar pandan tergolong cukup terjangkau meskipun proses pembuatannya terbilang tidak mudah. Wisatawan bisa mendapatkan benda cantik ini di toko kerajinan tangan di kabupaten ini.

Tikar pandan termasuk jenis kerajinan tangan yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi di daerah Halmahera Barat. Daun pandan yang digunakan untuk membuat tikar padan adalah jenis Pandanus tectorius atau dikenal dengan istilah ‘buro-buro’. Daun pandan digulung untuk dijadikan bahan tikar pandan.

Tujuan daun pandan digulung adalah supaya saat menganyam tikar tidak terasa terlalu sulit. Hal tersebut dikarenakan daunnya telah tertata dengan rapi. Masyarakat Halmahera Barat kerap menyebut tikar pandan dengan sebutan ‘Kokoya’. Tikar pandan dengan tikar biasanya mempunyai perbedaan dalam pembuatannya.

Tikar pada umumnya menggunakan anyaman daun pandan yang sudah diraut dan diberi beragam bahan pewarna. Sementara itu, tikar pandan atau Kokoya menggunakan bahan dari daun pandan namun tidak disayat berukuran kecil-kecil. Oleh karena itu, jenis tikar pandan memiliki tekstur lebih halus dan tampak menarik.

5. Sambal Roa

Sambal Roa
Photo by Twitter #KelanaRasa

Wisatawan pecinta sambal pasti akan sangat menyenangi sambal khas Halmahera Barat ini. Cita rasa sambal roa didominasi dengan rasa asam dan pedas, Penamaan sambal tersebut disesuaikan dengan bahan dasarnya dari ikan roa atau ikan galafea. Jenis ikan ini hanya bisa didapatkan di wilayah laut Halmahera saja.

Oleh karena itu, sambal roa tidak akan bisa ditemukan di daerah lainnya. Ikan roa termasuk ikan yang kaya protein dimana tampilannya memiliki kemiripan dengan jenis ikan cucut, namun bentuknya lebih kecil. Sebagian besar wisatawan mungkin tidak asing dengan sambal dabu-dabu karena banyak ditemukan di berbagai daerah lainnya.

Akan tetapi berbeda dengan sambal roa yang hanya bisa ditemukan di daerah Halmahera Barat. Aroma sambal roa terasa begitu kuat karena melalui proses pengolahan yang tidak biasa. Pada mulanya, ikan roa dibersihkan terlebih dahulu kemudian diasap. Setelah itu dilakukan proses pengupasan ikan roa.

Selesai diasap, daging ikan roa diambil untuk dijadikan bahan pembuatan sambal. Selanjutnya daging ikan roa diolah menggunakan campuran bumbu rempah khas seperti bawang putih, bawang merah, cabai, tomat, serta bumbu dapur yang lain. Sambal roa dijual dalam kemasan toples di berbagai swalayan disana.

6. Kue Apang Kenari

Kue Apang Kenari
Photo by Facebook Waroeng Nona Senopati

Halmahera Barat juga memiliki makanan khas berupa kue tradisional, salah satunya adalah Kue Apang Kenari. Dari tampilan bentuknya, kue apang kenari mirip dengan kue apem yang berasal dari Pulau Jawa. Perbedaannya yakni kue tradisional khas ini diberi tambahan kenari dan wadahnya dari bahan daun pandan.

Bahan dasar pembuatan kue apang kenari yakni gula merah, kacang kenari, dan tepung. Kacang kenari sendiri tidak hanya digunakan untuk toping beragam jenis kue, namun juga digunakan untuk menambah cita rasa pada kue apang. Biasanya kacang kenari untuk pembuatan kue apang berwarna coklat kehitaman.

Warna kacang kenari tersebut dipilih supaya bisa menyatu dengan gula merah yang berwarna coklat kemerahan. Untuk proses pembuatan kue kacang kenari yakni dengan melelehkan kacang kenari dahulu lalu diberi tepung terigu. Setelah itu dicampur dengan mentega dan ragi susu.

Apabila adonan untuk membuat kue apang sudah selesai, adonan tersebut dimasukkan dalam daun pandan kemudian dikukus dengan topping kacang kenari di bagian atas kuenya. Aroma yang dihasilkan begitu wangi. Teksturnya begitu empuk dan cita rasa yang dihasilkan cenderung manis dan legit.

Kue apang banyak ditemukan di berbagai festival maupun acara yang kerap dilaksanakan di Halmahera Barat. Oleh karena itu, tidak heran jika kue apang menjadi salah satu item wajib yang kerap ada di setiap acara informal maupun formal. Namun, kini kue apang juga banyak ditemukan di berbagai toko oleh-oleh.

Beberapa jenis oleh-oleh khas di atas merupakan rekomendasi buah tangan ketika pulang dari Halmahera Barat. Selain makanan, kabupaten ini juga mempunyai oleh-oleh berupa hasil kerajinan tangan yang sangat jarang ditemukan di daerah lainnya. Sehingga wisatawan perlu menyiapkan budget dalam jumlah tertentu untuk membeli beragam oleh-oleh khasnya.