10 Makanan Khas Sumenep yang Terkenal Enak & Wajib Dicicipi

10 Makanan Khas Sumenep yang Terkenal Enak & Wajib Dicicipi

Sumenep yang menjadi bagian dari Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur merupakan gugus kepulauan yang terangkum pada satu daerah. Ada sekitar 125 pulau yang menjadi bagian dari Kabupaten Sumenep hingga saat ini.

Keadaan tersebut membuat cikal bakal adat, budaya, dan kuliner daerahnya menjadi amat beragam. Campuran dari budaya Jawa dan Madura berhasil tersaji dalam makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat lokal.

Uniknya, kebanyakan kuliner yang ada menggunakan daging atau tulang sapi sebagai bahan utama hidangan. Hal ini bisa terjadi karena vegetasi dan kontur tanah di sekitar Sumenep memang pas untuk tumbuh kembang hewan berkaki empat ini. Berikut rekomendasi makanan khas Sumenep yang wajib Anda cicipi saat berkunjung.

1. Soto Daging Sapi

Soto Daging Sapi
Photo by Twitter mulih

Apabila soto pada umumnya menggunakan bahan dasar ayam atau jeroan dari unggas sebagai bahan utama. Soto dari terhitung memiliki nilai khasnya tersendiri, karena menggunakan daging sapi sebagai bahan masakan.

Daging sapi tersebut akan dimasak bersamaan dengan rempah serta bumbu khas untuk menambah citarasa dan kesedapan masakan. Selain itu, penggunaan tulang sapi sebagai kaldu juga makin membuat aroma soto menjadi nikmat.

Makanan ini sangat cocok jika disandingkan dengan nasi atau lontong agar menjadi lebih berisi. Soto juga cocok dimakan sebagai sarapan pada pagi hari, karena akan membuat kenyang seseorang yang mencobanya.

Pelanggan yang ingin mencoba makanan khas ini juga bisa melakukan request pada potongan daging sapi. Apakah menginginkan potongan besar atau potongan yang lebih kecil agar dapat disandingkan dengan nasi.

2. Soto Dengan Campuran Kacang

Soto Dengan Campuran Kacang
Photo by Instagram Ruang Makan

Masih mengusung nama soto, kali ini ada kuliner yang menggunakan kacang goreng sebagai campuran bahan dasar untuk memasak makanan. Kacang akan menjadi pendamping utama, yang dapat membuat rasa masakan menjadi lebih gurih.

Potongan daging yang ada di dalam soto memiliki ukuran jumbo, sehingga menimbulkan rasa puas bagi siapapun yang memakan masakan ini. Kuah yang ada di dalam soto di masak dalam jangka waktu yang relatif lama, dengan tujuan agar menjadi lebih kental.

Hal itu bisa membuat rasa daging dan aroma lebih kuat, serta menggugah selera para pelanggan setia. Sayuran seperti daun bawang, seledri, dan bawang goreng pun menjadi campuran yang cocok untuk soto kacang ini.

3. Pentol Gape Khas Sumenep

Pentol Gape Khas Sumenep
Photo by Facebook Lendhu Sagara Ambunten

Kuliner pentol Gape dibuat dari bahan-bahan seperti tepung terigu, ikan air laut, bahan penyedap, garam, dan sedikit merica untuk menambah rasa gurih. Sudah terkenal sejak dahulu sebagai kuliner pinggir jalan yang dicari oleh banyak orang, termasuk para wisatawan.

Daya tarik dari makanan ini berasal dari proses penyajian yang menggunakan besi untuk menusuk pentol. Hal itu membuat pentol Gape jadi lebih cepat matang, dan lebih cepat disajikan kepada pelanggan.

Pentol Gape biasanya disajikan dengan saus atau sambal merah, yang membuat rasa pentol jadi pedas gurih dan sangat cocok dinikmati oleh para pecinta pedas. Pengunjung bisa menemukan kuliner ini di sepanjang daerah Sumenep pada siang hingga sore hari.

Saus yang digunakan pada pentol Gape biasanya menggunakan campuran saus pedas, kecap, dan juga sedikit merica untuk menambah rasa hangat pada tubuh.

Selain itu, sambal merah yang dipakai menggunakan bahan cabai segar dengan tambahan seperti gula merah, minyak goreng, garam, dan penyedap rasa untuk menimbulkan rasa mantap dari campuran tersebut.

4. Rujak Khas Sumenep

Rujak Khas Sumenep
Photo by Twitter Ahmad Banser

Rujak dari daerah Sumenep masih menggunakan alat giling manual saat proses penyajian. Biasanya penjual rujak akan mencampurkan bahan-bahan seperti kacang tanah goreng, sambal petis, beberapa potong pisang muda, garam, gula, dan cabai untuk digiling menjadi satu pada wadah batu.

Sayur mayur kemudian akan dimasukkan, lalu ditambah dengan potongan hidung sapi yang sudah dimasak dengan cara kukus. Alternatif lain yang digunakan sebagai bahan utama dari kuliner rujak khas adalah daging sapi dan sayuran kangkung.

Rasa nikmat dari bahan masakan, juga rasa gurih dari kacang giling tentu membuat siapapun tidak akan bisa menahan air liur dan ingin segera mencoba makanan ini. Belum lagi penyajian yang cepat akan membuat pelanggan tidak perlu menunggu lama.

5. Kuliner Masak Pae Sumenep

Kuliner Masak Pae Sumenep
Photo by Facebook May Ok

Masakan mirip sup dengan bahan utama kue pie, atau campuran dari kentang giling dan telur ini biasa disajikan ketika pagi hari. Rasa gurih dari kentang, serta rasa manis dari kuah sup yang mengandung santan akan membuat citarasa kuliner menjadi sangat nikmat.

Bahan lain yang juga dimasukkan ke dalam masakan sebagai pengganti pie adalah kacang hijau. Pengunjung yang mencoba makanan ini bisa memilih antara pie kentang atau pie kacang sebagai pendamping kuah sup.

Untuk pengunjung yang ingin menikmati masak pae dengan citarasa manis dapat memilih pie kacang sebagai pendamping. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin menikmati masak pae gurih, maka bisa memilih pie kentang.

Potongan dari pie yang hangat, serta kuah merah yang begitu menggugah selera akan membuat lidah pengunjung seperti dimanjakan. Ditambah warna warni cantik dari kue pie yang menghiasi sup, dijamin akan membuat mata pelanggan akan langsung terkesima begitu melihatnya.

6. Makanan Kalsot yang Unik

Makanan Kalsot yang Unik
Photo by Twitter iaz

Bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati rasa dari soto campur dengan kuah kaldu dari tulang sumsum sapi atau kambing. Maka Kalsot adalah jenis makanan yang sanggup memenuhi keinginan pelanggan.

Rasa gurih yang dihasilkan dari kuah soto campur tulang terjadi karena proses memasak yang lama. Hal itu bisa membuat makanan benar-benar tersaji dengan sempurna, dan membuat air liur langsung menetes.

Kalsot biasa disajikan oleh masyarakat lokal ketika ada hari besar keagamaan, atau saat akan menyambut tamu untuk datang ke rumah. Kuliner kalsot bisa disajikan bersama daging sapi, daging kambing, atau dengan alternatif lain berupa daging ayam kampung.

7. Lontong Campor Khas Sumenep

Lontong Campor Khas Sumenep
Photo by Instagram Info Madura Terkeren

Seperti namanya, lontong ini memiliki banyak campuran bahan yang digunakan sebagai menu utama pada lontong. Beras yang dipakai sebagai bahan lontong juga berasal dari bahan pilihan, juga dapat menggunakan tipe beras lain seperti beras merah atau beras panjang.

Potongan lontong pun sangat besar, ditambah kuah santan yang hangat dan kental akan membuat aroma gurih langsung menyeruak seketika. Lontong ini biasanya dijual bersamaan dengan soto campor karena memiliki bahan utama yang mirip satu sama lain.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner lontong khas Sumenep ini, maka bisa berkunjung ke pasar tradisional yang ada di daerah tersebut. Penjaja makanan biasanya akan menjual lontong pada pagi hingga siang hari.

8. Nasi Romi Sumenep

Nasi Romi Sumenep
Photo by Instagram Digital Creative Agency

Makanan ini memiliki bentuk dan visual yang mirip dengan nasi uduk dari daerah lain. Campuran masakan sebagai pendamping pun kurang lebihnya sama dengan nasi uduk.

Perbedaannya terletak pada sayuran dan telur yang digunakan pada masakan khas ini. Nasi romi menggunakan irisan telur dadar dan tauge untuk menemani nasi hangat yang disajikan oleh penjual.

Nasi yang digunakan pada nasi romi adalah beras yang dimasak menggunakan kuah santan dan bukan air. Oleh karena itu, wajar jika rasa nasi akan menjadi lebih gurih karena mengandung rasa serta aroma santan.

9. Apen Khas Sumenep yang Manis

Apen Khas Sumenep yang Manis
Photo by Twitter infosumenep

Rasa manis dari apem atau apen pada bahasa Sumenep, berasal dari paduan bahan-bahan seperti santan, gula putih, tepung beras, dan juga pewarna makanan alami di dalamnya. Tak heran jika kemudian kuliner ini menjadi begitu terkenal di kalangan masyarakat lokal maupun pengunjung yang datang ke kabupaten ini.

Aroma harum juga langsung menyentuh hidung begitu mencoba makanan yang satu ini. Hal itu bisa terjadi karena apen khas Sumenep menggunakan santan sebagai kuah yang dicampur dengan gula merah dan sedikit kayu manis.

Makanan ini biasanya dijual pada pasar tradisional sebagai jajanan khas, dan sering dijumpai pada pagi menjelang siang hari. Sangat cocok dikonsumsi untuk sarapan pengganti nasi, dan juga jajanan bekal saat beraktivitas.

10. Cake Makanan Khas Sumenep

Cake Makana Khas Sumenep
Photo by Facebook Sumenep Pulau Madura

Terakhir, ada makanan yang menggunakan bahan dasar tepung terigu dan santan sebagai menu utamanya. Campuran bahan tersebut akan menciptakan rasa manis gurih pada cake, serta membuat orang yang mencoba makanan ini merasa ketagihan.

Alternatif lain yang biasa digunakan pada makanan ini adalah lidah sapi atau daging ayam sebagai pengganti kacang hijau. Pengunjung bisa memilih tipe mana yang lebih disukai, bisa cake gurih atau cake manis untuk dicoba.

Makanan ini juga sangat laris di pasaran karena memiliki rasa nikmat dengan bahan sederhana dan mudah untuk dibuat. Tak heran jika cake menjadi salah satu makanan paling dicari oleh siapa saja yang berkunjung ke daerah ini.

Deretan makanan khas dari Sumenep merupakan warisan dari nenek moyang dan terus terjaga keasliannya hingga saat ini. Gugus pulau di daerah tersebut juga membuat khazanah makanan menjadi sangat bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya.