10 Makanan Khas Ponorogo yang Terkenal & Wajib Dicoba

10 Makanan Khas Ponorogo yang Terkenal & Wajib Dicoba

Ponorogo terkenal dengan tarian tradisional nya yang bernama reog, seni tari yang mengandung unsur magis ini sangat populer di seluruh Nusantara, bahkan hingga ke mancanegara. Selain itu, daerah ini juga terkenal olahan makanan khas Ponorogo yang memiliki cita rasa manis, gurih, asin, pedas dalam setiap masakannya, baik kudapan maupun makanan beratnya.

Kuliner yang ada di Ponorogo masuk kategori makanan tradisional, namun rasanya fenomenal dan disukai secara Nasional. Meski banyak jenis makanan kekinian, akan tetapi masakan Ponorogo tidak pernah sirna di telan zaman. Beragam olahannya menggunakan bahan baku dari hasil bumi seperti sayuran, ubi jalar, singkong, dan yang lainnya. Tidak ada bahan kimia di dalamnya, yang dapat merusak tubuh.

1. Pecel Tumbuk

Pecel Tumbuk
Photo by Facebook Ardyan

Bukan hanya Madiun yang punya masakan pecel, namun di Ponorogo juga ada olahan bernama pecel tumbuk. Racikan pada makanan ini memiliki ciri khas pada sambal pecel nya, yaitu rasa kacangnya begitu solid dan pedasnya mantap. Selain itu, berbagai sayuran seperti kecambah, lamtoro, bayam, mentimun, dan juga kemangi menghiasi nasi putih.

Cara penyajiannya beragam, jika penjual masih menjaga kualitas dan tradisi, maka menggunakan daun pisang sebagai tempat makanan tersebut. Pecel tumbuk sangat cocok disantap untuk sarapan, sebab berbagai sayuran yang ada dalam makanan ini, memberikan energy dan stamina dalam tubuh. Sehingga aktivitas pagi semakin segar dan semangat.

2. Sate Ayam

Sate Ayam
Photo by Facebook Batik Indonesia

Selain pecel tumbuk, makanan khas Ponorogo yang lain adalah sate ayam. Meski sate Madura cukup populer di telinga dan lidah konsumen, namun sate ayam Ponorogo menjadi kompetitor terberat nya. Proses pembuatan sate ayam Ponorogo cukup unik dan menarik, yaitu daging ayamnya direndam kecap dan minyak sayur terlebih dahulu. Setelah itu, daging tersebut dipotong tidak seperti sate pada umumnya.

Karena irisan pada daging membentuk seperti dadu, lalu ditusuk dan dibakar anglo. Pemanggang anglo bukan alat panggang biasa, namun terbuat dari bahan tanah liat yang dibentuk memanjang. Bumbu yang digunakan yaitu dari sambal kacang dicampur sedikit kecap, dicampur hingga merata. Setelah itu, sate ayam dimasukkan bumbu tersebut dan dicampur dengan nasi putih atau lontong. Rasa gurih, manis dan pedas menyatu dalam sate ayam ini.

3. Rujak Petis Welirang

Rujak Petis Welirang
Photo by Facebook Rasi Magetan

Jika Kota Surabaya terkenal dengan rujak cingur nya, maka pada kuliner khas Ponorogo juga terdapat rujak petis welirang. Hidangan khas Ponorogo mempunyai ciri khas pada bumbunya yang terasa sangat gurih dibandingkan dengan rujak pada umumnya. Sebab petis sebagai bumbu utama pada rujak, dicampur dengan sambal. Sehingga rasa gurih, sedikit manis dan pedas berkolaborasi di dalam sajian ini.

Kudapan tersebut sangat cocok dinikmati pada saat siang hari ketika jam istirahat kantor. Menu makanan ini dicintai oleh banyak orang dari berbagai usia, baik anak kecil, remaja, maupun dewasa. Selain itu, penikmat kuliner rujak petis dari beragam strata sosial masyarakat, mulai pejabat Negara hingga rakyat jelata.

4. Sego Tahu

Sego Tahu
Photo by Facebook Serba Serbi Ponorogo

Makanan ini tergolong sederhana dan biasa saja, namun rasanya luar biasa dan membuat pecinta kuliner tergila-gila. Sego tahu namanya, sego berarti nasi dan tahu yaitu makanan yang terbuat dari kedelai. Hanya terbuat dari bahan dasar tahu dan dicampur ke dalam nasi putih, serta bumbu rempah khas lalu dicampur dengan kecap.

Tips sederhana membuat makanan ini yaitu tahu putih secukupnya dan dicampur telur yang sudah diratakan antara putih dan kuning telurnya. Setelah itu, goreng sesuai selera, bisa setengah matang atau digoreng kering. Hidangan tersebut mempunyai cita rasa gurih, agak manis dan juga pedas. Tambahan seledri dan kerupuk, membuat makanan tersebut menjadi mantap dan nikmat.

5. Es Dawet Jabung

Es Dawet Jabung
Photo by Facebook Neny Setia Ae

Ulasan makanan berat di Ponorogo, Jawa Timur sudah tergambar jelas, kini saatnya membisikkan kepada para pecinta kuliner akan makanan ringan yang ada di daerah ini. Es dawet jabung merupakan salah satu minuman khas Ponorogo yang memiliki rasa manis dan segar. Dalam satu mangkuk hidangan ini terdapat bubur ketan, cendol, nangka dan ketan.

Setelah itu, kumpulan bahan tersebut disiram dengan air santan yang bercampur dengan gula merah cair. Sehingga makanan ini didominasi rasa manis gula merah, sedikit gurih efek santan. Ada dua cara menyantap kudapan ini, yaitu disantap saat hangat atau dicampur dengan es batu. Keduanya tergantung selera penikmat kuliner, situasi dan kondisi cuaca panas atau dingin.

6. Gethuk Golan

Gethuk Golan
Photo by Facebook Ariess Kuliner

Makanan ringan lain selain es dawet jabung yang perlu diketahui dan dicoba yaitu gethuk Golan. Jajanan tradisional tersebut cukup fenomenal, meski sudah berusia puluhan tahun, namun rasanya berbeda dengan gethuk pada umumnya. Sebab bahan dasar yang digunakan sama dengan gethuk lainnya, namun perbedaannya terletak pada penyajiannya yang dicampur ketan hitam, parutan kelapa gula merah cair.

7. Tiwul Goreng

Tiwul Goreng
Photo by Facebook Mbak Rey

Satu lagi kudapan khas Ponorogo yang legendaris bernama tiwul goreng. Tiwul adalah makanan yang terbuat dari tepung gaplek atau singkong kering ditumbuk. Hidangan ini memiliki kandungan karbohidrat tinggi, sama seperti beras atau nasi. Namun tiwul lebih sehat, karena tidak menyebabkan diabetes. Makanan ini menjadi menu favorit para petani.

Tiwol goreng mempunyai cita rasa sedikit gurih, lebih mantap disantap dengan nila goreng dan sambal tomat. Sangat tepat disantap saat pagi hari untuk sarapan, atau siang hari untuk makan siang. Meski tergolong makanan kaum marginal, namun menu tersebut memberikan energi yang besar pada tubuh dan dijamin aman dan menyehatkan.

8. Serabi

Serabi
Photo by Twitter @GalihPersadha

Berikutnya ada serabi yang menjadi jajanan khas Ponorogo dengan rasa unik. Jajanan ini masuk kategori kudapan tradisional dan legendaris, sebab usianya lebih tua dari pemuda milenial yang berumur 25 tahun. Serabi Ponorogo memiliki ciri khas yang berbeda dengan wilayah lain, yaitu disajikan dengan menggunakan mangkuk dan disiram kuah santan, serta gula merah cair kental.

9. Jenang Merah

Jenang Merah
Photo by Facebook Jenang Ketan Mawar Ponorogo

Jika daerah Garut memiliki makanan khas dodol, maka makanan khas Ponorogo terdapat jenang merah. Kedua jajanan tersebut memiliki tekstur dan cita rasa yang sama, yaitu kenyal dan dominan rasa manis. Jenang merah Ponorogo menggunakan bahan baku dari tepung beras, lalu diolah dengan bahan lain seperti santan dan gula merah.

Olahan pada kudapan ini menghasilkan hidangan yang berwarna cokelat kehitaman. Makanan ringan tersebut biasanya dibeli wisatawan untuk buah tangan, dan dijadikan camilan sebagai teman ngobrol sambil minum kopi atau teh. Akan tetapi, yang harus diperhatikan pada kudapan ini yaitu tidak bisa tahan terlalu lama, hanya 7 hari saja.

10. Sate Kopok

Sate Kopok
Photo by Twitter @Rasifm

Sate adalah makanan khas Indonesia, sedangkan kopok yaitu pendengaran yang terganggu karena kotoran putih encer pada telinga. Sate kopok merupakan makanan yang banyak disukai warga lokal maupun wisatawan. Racikan makanan ini dihidangkan dengan kuah agak putih dan lumayan berlendir, karena itulah menu tersebut dinamakan kopok.

Sedangkan pada tusukan sate nya tidak dibakar, namun cukup hanya direbus saja dan disiram bersamaan dengan kuah putih berlendir tersebut. Pada saat menatap sajian sate kopok, terlihat cukup menjijikkan. Akan tetapi, ketika mencoba mencicipinya, maka lidah terasa seperti terhipnotis dan tanpa menunggu komando segera menghabiskan makanan tersebut.

Makanan khas Ponorogo didominasi dengan bahan yang menyehatkan, nama lokal, olahan secara tradisonal dan legendaris, karena berusia puluhan tahun lamanya. Meski zaman berubah sangat cepat bak kilat, namun cita rasa pada menu yang ada di Ponorogo terjaga kualitasnya. Di samping memberikan energi tinggi untuk menghadapi aktivitas setiap hari, olahan makanannya juga tidak mengandung efek samping.